Banyak orang Asia mencari sarang semut (myrmecodia pendans) karena berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut penelitian sejumlah pakar kesehatan dan obat-obatan, sarang semut memiliki khasiat ampuh untuk mengobati kanker dan jantung. Majalah NIRMALA edisi Juli 2006 memuat komentar bahwa masyarakat daerah Wamena suka menggunakan sarang semut untuk menyembuhkan rematik dan asam urat. Sedangkan pakar bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sarang semut mengandung flavanoid, tannin dan polifenol. Ketiga zat ini adalah bagian dari antioksidan penghalang pertumbuhan sel kanker dan penyakit jantung. Zat-zat ini adalah antioksidan kuat--beberapa kali lebih kuat dari vitamin C dan E sehingga memberikan efek menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit kardiovaskuler. Bahkan tanaman ini terbukti juga mengobati diare dan menghentikan pendarahan. Selain itu Sarang Semut bisa menghambat enzim xanthine oxidase yang berkhasiat menurunkan asam urat dan memperbaiki fungsi ginjal. Masih ada zat aktif lain yang belum terungkap.
Bongkahan Sarang SemutAntioksidan adalah kemampuan molekul untuk memperlambat atau menghindari proses oksidasi molekul-molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang memindahkan elektron-elektron dari zat kimia ke alat pengoksidasian. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas, yang dapat memicu reaksi berantai yang merusak sel. Antioksidan berperan menghancurkan reaksi berantai ini dengan menyingkirkan radikal bebas tingkat menengah, dan menghalangi reaksi oksidasi lainnya. Sebagai hasilnya, antioksidan sering kali menurunkan jumlah radikal bebas berbahaya seperti thiols atau polyphenols. Sarang semut mengandung antioksidan ini.
Bila diperhatikan secara kasat mata dan dari bukti-bukti yang dapat dilihat, sarang semut memang dapat menyembuhkan bermacam-macam jenis penyakit ringan dan berat, seperti tumor, kanker, asam urat, jantung koroner, wasir, tuberkulosis, migrain, rematik dan leukimia. Pernyataan ini telah dibuktikan melalui serangkaian pengalaman masyarakat Papua yang sudah mengkonsumsinya turun temurun. Namun cara kerja tumbuhan ini memang belum diketahui secara pasti dan perlu dibuat penelitian saksama. Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dan kemungkinan bahan-bahan penawar racun apa saja yang terkandung di dalamnya, dapat anda baca di bawah ini.
* Kanker dan tumor. Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapatSel Kanker disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor atau kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
* Gangguan jantung, terutama jantung koroner. Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.
* Stroke ringan maupun berat. Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
* Ambeien (wasir). Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.
* Benjolan-benjolan dalam payudara. Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada Sel Kanker Payudarapayudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.
* Gangguan fungsi ginjal dan prostat. Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.
* Haid dan keputihan. Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.
* Melancarkan peredaran darah. Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.
* Migrain (sakit kepala sebelah). Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.
* Penyakit paru-paru (TBC). Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang Virus TBCterkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.
* Rematik (encok). Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
* Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin. Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.
* Sakit maag. Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai anti bakteri.
Tampilkan postingan dengan label Sarang semut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarang semut. Tampilkan semua postingan
Apakah Tumbuhan Sarang Semut
Sarang Semut adalah satu dari banyak tumbuhan obat yang banyak tumbuh di daerah Indonesia paling barat, Papua (Irian). Myrmecodia adalah keluarga tumbuhan semut yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Tumbuhan sarang semut adalah jenis tumbuhan epifit, tumbuh di cabang dan batang pohon lain yang lebih besar, namun tidak hidup secara parasit yang menghisap makanan dari inangnya, tetapi hanya sebagai tempat menempel, menumpang untuk tumbuh. Ada beragam tumbuhan epifit lainnya seperti lumut kerak, alga, lumut, anggrek, dan lain-lain.
Di alam bebas, akar-akar myrmecodia sering tumbuh bergantungan ke bawah di dahan-dahan. Tumbuhan ini menyimpan makanan dan air di dalam kaudeks (gelembung besar pada daerah batang) berwarna coklat keabu-abuan. Clypeoli dan alveoli menutupi batangnya yang tidak bercabang. Batangnya ditumbuhi duri dan daun-daun kecil. Dari alveoli, muncullah bunga-bunga putih yang tidak menariik yang dapat menyerbuki dirinya sendiri untuk menghasilkan berry berwarna orens menyala yang berisi lebih dari enam biji kecil di dalamnya. Penyebaran benih atau biji myrmecodia adalah melalui burung, yang sering menjatuhkan biji myrmecodia pada batang atau dahan pepohonan yang dihinggapinya.
Gambar Myrmecodia PendansMyrmecodia membentuk suatu hubungan simbiosis dengan semut dan fungi. Tumbuhan semut ini menyediakan habitat untuk koloni semut, seperti kanopi hutan yang tinggi dan melindungi semut dari para pemangsa melalui duri-duri tajamnya. Terowongan yang bertembok lembut di dalam kaudeks dengan lubang masuk internal, menyediakan rumah di atas tanah untuk koloni semut. Bangsa semut pun membantu tumbuhan itu untuk menyediakan pertahanan dan tidak mau merusak jaringan pohon yang merupakan rumahnya. Semut juga menyediakan nutrisi untuk tumbuhan dengan meninggalkan sisa-sisa makanan di terowongan di dalam kaudeks. Kelenjar-kelenjar khusus di sepanjang terowongan kemudian menyerap nutrisi yang ditinggalkan semut tadi untuk pertumbuhan sang tanaman. Hubungan simbiosis ini membuat tumbuhan mendapatkan gizi dengan efektif melalui peran semut, lebih banyak dari kemampuan akar untuk mencari makanan.
Tumbuhan berbatang gemuk ini banyak kita dapati di pohon-pohon berbatang kokoh, seperti kayu putih, cemara gunung, kaha dan pohon beech. Pohon berbatang kecil dan tidak besar jarang ditumbuhi tumbuhan sarang semut. Di hutan di mana terdapat banyak tumbuhan ini, hanya ada satu jenis semut untuk satu tanaman. Tidak ada satu tumbuhan sarang semut dihuni oleh lebih dari 1 jenis semut. Sejauh ini, hanya tiga jenis semut yang mau tinggal di dalam batang tumbuhan ini, yang berasal dari genus iridomyrmex.
Penduduk asli Vietnam dan Papua New Guinea masih menggunakannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Alternative Medicine for Cancer Patients
The idea behind most alternative medicine for cancer in the body, when healthy, can eliminate cancer itself. Therefore, to assist in healing the whole body is a healthy return to the country, what the cancer patients that is aimed for. Although some alternative medicine focus on certain areas or to target cancer itself, the most of this is to the whole body treatment.
Cancer is a severe disease and medication are often even worse. Program with primary chemotherapy and radiation occurs, many people began to wonder if it is even worth it. For this reason, most of the majority of cancer patients turn to alternative medicine in hopes to find a more natural way to heal their weaknesses. Here we will see the most commonly used alternative medicine for cancer patients.
There are four main types of alternative cancer drug that can lean to the patient. The most popular and probably the best known herbal therapy that is clearly focused on the use of herbs to help the body restore its balance. This is also the oldest form of cancer treatment, because the herbs have been around since the beginning and always used to treat diseases and ailments of the body. Herbal therapy that can be used to cure cancer, among others: binahong, purwoceng, ant nest, keladi tikus, pegagan, white turmeric, ginger red. In addition, some herbal masaih other information can be found in http://darfaherba.co.cc.
Mind-body therapy focuses on the mind-body connection and is one of the more controversial alternative medicines that are available for cancer patients. Therapy include meditation, counseling and other methods of hypnosis to help patients to obtain remission. The idea that emotions and beliefs can hurt or help the patient behind the mind-body therapy. This also tends to use visualization techniques to build up the immune system against cancer and death.
Great alternative to a drug often used to treat metabolic cancer therapy. This treatment is based on the idea that cancer is caused by something in the body, usually toxins and poisons that have been collected over many years. In order to treat the cancer, must first remove one reason for that. Metabolic often quite aggressive therapy, including whole-body detoxification and cleansing, colon cleansing and drastic changes in diet to maintain the purity of the body.
Immunological therapy is the last type of alternative medicine that cancer patients go back. The end of this therapy is based on the belief that the failure of the immune system allows the cancer to grow and develop in the body, thereby treating the immune system, such as the name. There are various types of treatment in this therapy, including fever therapy, diet and nutrition supplements, along with the vaccine and gamma globulin treatment.
This is the fourth most common alternative medicine used for cancer when people decide to no longer rely on conventional Therapies. While some cancer patients fully deliver on the radiation and chemotherapy, combining two other people, alternative medicine with standard medical care.
When hope is running out, or if cancer patients feel that they are just poisoning their bodies with more standard methods, alternative medicine is the place to turn. While some people claim great success with this method, other say they do not work at all. This is really the decision of each individual what he will do so.
Cancer is a severe disease and medication are often even worse. Program with primary chemotherapy and radiation occurs, many people began to wonder if it is even worth it. For this reason, most of the majority of cancer patients turn to alternative medicine in hopes to find a more natural way to heal their weaknesses. Here we will see the most commonly used alternative medicine for cancer patients.
There are four main types of alternative cancer drug that can lean to the patient. The most popular and probably the best known herbal therapy that is clearly focused on the use of herbs to help the body restore its balance. This is also the oldest form of cancer treatment, because the herbs have been around since the beginning and always used to treat diseases and ailments of the body. Herbal therapy that can be used to cure cancer, among others: binahong, purwoceng, ant nest, keladi tikus, pegagan, white turmeric, ginger red. In addition, some herbal masaih other information can be found in http://darfaherba.co.cc.
Mind-body therapy focuses on the mind-body connection and is one of the more controversial alternative medicines that are available for cancer patients. Therapy include meditation, counseling and other methods of hypnosis to help patients to obtain remission. The idea that emotions and beliefs can hurt or help the patient behind the mind-body therapy. This also tends to use visualization techniques to build up the immune system against cancer and death.
Great alternative to a drug often used to treat metabolic cancer therapy. This treatment is based on the idea that cancer is caused by something in the body, usually toxins and poisons that have been collected over many years. In order to treat the cancer, must first remove one reason for that. Metabolic often quite aggressive therapy, including whole-body detoxification and cleansing, colon cleansing and drastic changes in diet to maintain the purity of the body.
Immunological therapy is the last type of alternative medicine that cancer patients go back. The end of this therapy is based on the belief that the failure of the immune system allows the cancer to grow and develop in the body, thereby treating the immune system, such as the name. There are various types of treatment in this therapy, including fever therapy, diet and nutrition supplements, along with the vaccine and gamma globulin treatment.
This is the fourth most common alternative medicine used for cancer when people decide to no longer rely on conventional Therapies. While some cancer patients fully deliver on the radiation and chemotherapy, combining two other people, alternative medicine with standard medical care.
When hope is running out, or if cancer patients feel that they are just poisoning their bodies with more standard methods, alternative medicine is the place to turn. While some people claim great success with this method, other say they do not work at all. This is really the decision of each individual what he will do so.
Kategori:
alternatif,
Binahong,
cancer,
Jahe merah,
keladi tikus,
kunyit putih,
Purwaceng,
purwoceng,
Sarang semut
Sarang Semut Atasi Jantung Koroner
Oleh trubus
Beberapa bulan sebelumnya, serangan jantung juga dialami ibu 8 anak itu. Saat itu ia dilarikan ke RS Siloam Gleneagles, Jakarta. Hasil pemeriksaan intensif menunjukkan, Nilawati mengidap jantung koroner akibat pengapuran pada pembuluh darah jantung. Vonis itu memang tak membuatnya terkejut. Harap mafhum, ia menderita jantung sejak 20 tahun silam.
Yang membuatnya kaget, adalah kelainan klep pada jantung dan radang paru-paru akut. Itu berdasarkan hasil rontgen paru-paru yang tampak lebih gelap. Paru-paru sehat biasanya putih terang. Toh, keluarganya tak dapat menerima kabar itu begitu saja. Itulah sebabnya, anaknya Ratnawati Prihandini, membawa sang bunda ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Hasil diagnosis dokter di rumahsakit itu sama saja: jantung koroner, kelainan klep jantung, dan radang paru-paru.
Sebelum berangkat ke Sukabumi ia lebih dulu berkonsultasi ke dokter. Dokter mengizinkannya berlibur ke sana. Namun, serangan jantung memaksanya kembali pulang ke Jakarta. Kondisi Nilawati memburuk, tubuh lemas. Tak seberapa banyak makanan yang masuk ke mulutnya sekadar memenuhi kebutuhan energi. Itu pun harus diblender. Wajar jika bobot tubuhnya anjlok menjadi 39 kg, semula 49 kg.
Sarang semut
Dari hari ke hari kondisi perempuan kelahiran 1934 itu tak kunjung membaik. Oleh karena itu obat-obatan dari dokter dihentikan. ?Saya khawatir, konsumsi obat kimia berlebih bisa merusak ginjal,? ujar Ratnawati. Harapan kesembuhan kini disandarkan pada pengobatan sinshe. Namun, setelah dicoba beberapa kali, itu pun tak membawa harapan. Pertengahan 2004, Ratnawati berkenalan dengan ketua yayasan sebuah sekolah dasar tempat anak tunggalnya menuntut ilmu.
Ratnawati menceritakan derita ibundanya yang mengidap jantung koroner. Sahabat barunya menyarankan, Ratnawati membeli kapsul berisi serbuk sarang semut. Tanpa pikir panjang, perempuan 38 tahun itu membeli 1 stoples kapsul sarang semut berisi 60 butir. Kapsul itu diberikan kepada ibunya 3 kali sehari masing-masing 2 kapsul. Sebulan berselang, kesehatan Nilawati makin membaik. Selera makan mulai bangkit.
Karena terasa manfaatnya, ia pun terus mengkonsumsi kapsul sarang semut hingga 10 bulan. Bobot tubuh melonjak kembali normal, 46 kg. Keluhan nyeri dan jantung berdebar-debar juga hilang. Kini Nilawati menikmati hari tuanya setelah berjuang keras mengatasi serangan jantung koroner, kelainan klep jantung, dan radang paru-paru. Nilawati memang belum mengecek kembali kondisi kesehatannya. Namun, hampir 2 tahun terakhir serangan jantung dan keluhan lain tak pernah ia rasakan lagi.
Penyakit jantung koroner berhubungan dengan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot-otot jantung. ?Semakin tua, tumpukan lemak pada pembuluh bertambah,? kata Prof Dr dr Budi Setianto, SpJP(K) dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Jika pada usia 10?20 tahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan merokok lapisan dalam pembuluh darah rusak.
Nyeri dada dan jantung berdebar-debar yang dialami Nilawati karena kelainan jantung memompa darah ke otak. Itu lantaran detak jantung terlalu lemah atau terlalu cepat. Jantung gagal memompa darah ke otak bila detaknya terlalu lemah. Dampaknya otak kekurangan oksigen dan pusing. Kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan bagian tubuh lainnya sakit.
Misteri
Sarang semut menambah khazanah kekayaan tanaman obat. Tanaman obat? Yang disebut sarang semut sebetulnya bagian dari tanaman epifi t bernama ilmiah Myrmecodia sp. Bentuknya mirip umbi, di bawah batang tanaman yang menggelembung. Nah, di dalamnya itulah 3 jenis semut Irydomyrmex menghuni. Jadi, bukan sembarang sarang semut seperti tampak di beberapa ranting pohon seperti pohon mangga.
Anggota marga Psychotrieae terdiri atas 26 spesies tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Papua, Siberut, Mentawai, Jawa, dan Kalimantan. Jenis yang banyak ditemukan di Papua adalah Myrmecodia tuberosa. Dalam Tumbuhan Berguna Indonesia K Heyne menyebut Myrmecodia sebagai rumah semut. Semut merasa nyaman tinggal di caudex?bagian yang menggelembung? lantaran tanaman inang memproduksi gula.
Zat itu dimanfaatkan semut sebagai sumber pakan. Sebagai balas jasa, semut melindungi tanaman dari pemangsa herbivora. Sebagai epifit?tumbuhan yang hidup pada tumbuhan lain, tetapi tidak merugikan? rumah semut antara lain menumpang pada melaleuka. Jadi Myrmecodia menggantung di batang-batang pohon tertentu.
Bagian yang menggelembung itu yang kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Jenis senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan hingga kini masih misteri. Keberadaannya tengah diteliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dr Muhammad Ahkam Subroto, periset, menduga rumah semut kaya senyawa antioksidan. Sayang, jenisnya belum diketahui. ?Sarang semut mengandung senyawa antioksidan, vitamin, dan mineral. Pada semut, antioksidan berperan dalam pembentukan koloni, menjaga tempat telur jauh dari kuman penyakit, sama seperti pada lebah madu,? ujar ahli serangga Dr Wijaya. Beberapa herbalis dan pengobat komplementer yang dihubungi Trubus secara terpisah menyatakan, belum meresepkan sarang semut.
Dokter Zainal Gani, pengobat di Malang, mengatakan, ?Memang beberapa sarang hewan bisa digunakan untuk mengobati penyakit, seperti sarang laba-laba. Itu sudah lama dikenal di kamus pengobatan Cina.? Hal sama disampaikan oleh Broto Sudibyo, herbalis senior di Yogyakarta.
Misteri tentang sarang semut tengah disibak, tetapi produk itu mulai banyak dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit maut. Tak hanya masyarakat Wamena, Papua, yang umumnya merebus 1 sendok makan sarang semut dalam 2 gelas hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Namun, juga orang-orang di berbagai kota yang berharap kesembuhan segera tiba.
Beberapa bulan sebelumnya, serangan jantung juga dialami ibu 8 anak itu. Saat itu ia dilarikan ke RS Siloam Gleneagles, Jakarta. Hasil pemeriksaan intensif menunjukkan, Nilawati mengidap jantung koroner akibat pengapuran pada pembuluh darah jantung. Vonis itu memang tak membuatnya terkejut. Harap mafhum, ia menderita jantung sejak 20 tahun silam.
Yang membuatnya kaget, adalah kelainan klep pada jantung dan radang paru-paru akut. Itu berdasarkan hasil rontgen paru-paru yang tampak lebih gelap. Paru-paru sehat biasanya putih terang. Toh, keluarganya tak dapat menerima kabar itu begitu saja. Itulah sebabnya, anaknya Ratnawati Prihandini, membawa sang bunda ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Hasil diagnosis dokter di rumahsakit itu sama saja: jantung koroner, kelainan klep jantung, dan radang paru-paru.
Sebelum berangkat ke Sukabumi ia lebih dulu berkonsultasi ke dokter. Dokter mengizinkannya berlibur ke sana. Namun, serangan jantung memaksanya kembali pulang ke Jakarta. Kondisi Nilawati memburuk, tubuh lemas. Tak seberapa banyak makanan yang masuk ke mulutnya sekadar memenuhi kebutuhan energi. Itu pun harus diblender. Wajar jika bobot tubuhnya anjlok menjadi 39 kg, semula 49 kg.
Sarang semut
Dari hari ke hari kondisi perempuan kelahiran 1934 itu tak kunjung membaik. Oleh karena itu obat-obatan dari dokter dihentikan. ?Saya khawatir, konsumsi obat kimia berlebih bisa merusak ginjal,? ujar Ratnawati. Harapan kesembuhan kini disandarkan pada pengobatan sinshe. Namun, setelah dicoba beberapa kali, itu pun tak membawa harapan. Pertengahan 2004, Ratnawati berkenalan dengan ketua yayasan sebuah sekolah dasar tempat anak tunggalnya menuntut ilmu.
Ratnawati menceritakan derita ibundanya yang mengidap jantung koroner. Sahabat barunya menyarankan, Ratnawati membeli kapsul berisi serbuk sarang semut. Tanpa pikir panjang, perempuan 38 tahun itu membeli 1 stoples kapsul sarang semut berisi 60 butir. Kapsul itu diberikan kepada ibunya 3 kali sehari masing-masing 2 kapsul. Sebulan berselang, kesehatan Nilawati makin membaik. Selera makan mulai bangkit.
Karena terasa manfaatnya, ia pun terus mengkonsumsi kapsul sarang semut hingga 10 bulan. Bobot tubuh melonjak kembali normal, 46 kg. Keluhan nyeri dan jantung berdebar-debar juga hilang. Kini Nilawati menikmati hari tuanya setelah berjuang keras mengatasi serangan jantung koroner, kelainan klep jantung, dan radang paru-paru. Nilawati memang belum mengecek kembali kondisi kesehatannya. Namun, hampir 2 tahun terakhir serangan jantung dan keluhan lain tak pernah ia rasakan lagi.
Penyakit jantung koroner berhubungan dengan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot-otot jantung. ?Semakin tua, tumpukan lemak pada pembuluh bertambah,? kata Prof Dr dr Budi Setianto, SpJP(K) dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Jika pada usia 10?20 tahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan merokok lapisan dalam pembuluh darah rusak.
Nyeri dada dan jantung berdebar-debar yang dialami Nilawati karena kelainan jantung memompa darah ke otak. Itu lantaran detak jantung terlalu lemah atau terlalu cepat. Jantung gagal memompa darah ke otak bila detaknya terlalu lemah. Dampaknya otak kekurangan oksigen dan pusing. Kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan bagian tubuh lainnya sakit.
Misteri
Sarang semut menambah khazanah kekayaan tanaman obat. Tanaman obat? Yang disebut sarang semut sebetulnya bagian dari tanaman epifi t bernama ilmiah Myrmecodia sp. Bentuknya mirip umbi, di bawah batang tanaman yang menggelembung. Nah, di dalamnya itulah 3 jenis semut Irydomyrmex menghuni. Jadi, bukan sembarang sarang semut seperti tampak di beberapa ranting pohon seperti pohon mangga.
Anggota marga Psychotrieae terdiri atas 26 spesies tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Papua, Siberut, Mentawai, Jawa, dan Kalimantan. Jenis yang banyak ditemukan di Papua adalah Myrmecodia tuberosa. Dalam Tumbuhan Berguna Indonesia K Heyne menyebut Myrmecodia sebagai rumah semut. Semut merasa nyaman tinggal di caudex?bagian yang menggelembung? lantaran tanaman inang memproduksi gula.
Zat itu dimanfaatkan semut sebagai sumber pakan. Sebagai balas jasa, semut melindungi tanaman dari pemangsa herbivora. Sebagai epifit?tumbuhan yang hidup pada tumbuhan lain, tetapi tidak merugikan? rumah semut antara lain menumpang pada melaleuka. Jadi Myrmecodia menggantung di batang-batang pohon tertentu.
Bagian yang menggelembung itu yang kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Jenis senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan hingga kini masih misteri. Keberadaannya tengah diteliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dr Muhammad Ahkam Subroto, periset, menduga rumah semut kaya senyawa antioksidan. Sayang, jenisnya belum diketahui. ?Sarang semut mengandung senyawa antioksidan, vitamin, dan mineral. Pada semut, antioksidan berperan dalam pembentukan koloni, menjaga tempat telur jauh dari kuman penyakit, sama seperti pada lebah madu,? ujar ahli serangga Dr Wijaya. Beberapa herbalis dan pengobat komplementer yang dihubungi Trubus secara terpisah menyatakan, belum meresepkan sarang semut.
Dokter Zainal Gani, pengobat di Malang, mengatakan, ?Memang beberapa sarang hewan bisa digunakan untuk mengobati penyakit, seperti sarang laba-laba. Itu sudah lama dikenal di kamus pengobatan Cina.? Hal sama disampaikan oleh Broto Sudibyo, herbalis senior di Yogyakarta.
Misteri tentang sarang semut tengah disibak, tetapi produk itu mulai banyak dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit maut. Tak hanya masyarakat Wamena, Papua, yang umumnya merebus 1 sendok makan sarang semut dalam 2 gelas hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Namun, juga orang-orang di berbagai kota yang berharap kesembuhan segera tiba.
Langganan:
Postingan (Atom)

