| Oleh trubuson | |
| |
'Hati-hati ketika mengkonsumsi minuman rosela dalam kemasan, bila warna merah semakin memudar, sebaiknya tidak dikonsumsi,' kata Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Epartemen Ilmu dan Teknologi Pangan , Institut Pertanian Bogor. Penyebabnya pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan minuman Hibiscus sabdariff a tak cukup menjaga senyawa aktif di dalamnya. Khasiatnya menghilang seiring warna merah yang memudar. 'Saya pernah melihat minuman rosela yang berwarna putih, seiring lamanya waktu penyimpanan' kata Didah. Lantaran penasaran Didah pun mengujicoba musabab hilangnya pigmen merah. Hasilnya, rosela yang hanya dikemas botol transparan dan ditaruh di tempat terkena sinar matahari langsung, cepat berubah warna. Sebab, senyawa aktif rosela berupa antosianin mendegradasi. Zat aktiflah yang menyebabkan seduhan asam kumbang alias rosela berwarna merah. Jadi, warna merah hilang, khasiatnya pun lenyap. Minuman rosela yang dibuat dari kelopak kering rosella, jumlah senyawa aktif rosela yang berupa senyawa fenolik yang dapat berfungsi sebagai senyawa antioksidan mencapai 23,10 mg/g bobot kering. Aktivitas antioksidan yang terukur dengan senyawa trolox mencapai 5.308,64 mM trolox/g bobot kering. Jumlah itu 4 kali lebih tinggi dibanding bubuk kumis kucing yang aktivitas antioksidannya 1.364,88 mM trolox/g kering. 'Adanya antioksidan rosela seperti gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak,' kata mahasiswa program doktor IPB itu. AntikankerKhasiat oseille rouge-rosela dalam bahasa Perancis-menghambat pertumbuhan sel kanker telah dibuktikan oleh De-Xing Hou di Jepang. Peneliti Faculty of Agriculture, Kagoshima University, itu menemukan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia. Cara kerjanya dengan menghambat terjadinya kehilangan membran mitokondrial dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke sitosol. 'Antioksidan rosela meredam aksi radikal bebas yang menyerang molekul tubuh yang mengandung elektron,' kata Didah. Jika molekul mengandung elektron seperti guanin DNA terserang, kesalahan replikasi DNA mudah terjadi. Kerusakan DNA memicu oksidasi LDL, kolesterol, dan lipid yang berujung pada penyakit ganas seperti kanker dan jantung koroner. Chau-Jong Wang, dari College of Medicine, Chung Shan Medical University, Taichung, Taiwan menemukan khasiat lain rosela. Hasil penelitiannya ekstrak rosela kering yang dibuat sirup, melindungi liver tikus setelah diinduksi karbon tetraklorida (CCl4), perusak hati. Setelah diberikan 1-5% rosela selama 9 minggu, kerusakan hati seperti steasis dan fi brosis turun secara signifikan. Minuman kesehatanUntuk membuat seduhan the vinagreira-rosela dalam bahasa Portugis-mudah. Bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari agar memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya. Kemudian cuci air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari. Remas kelopaknya, jika mudah menjadi bubuk artinya kadar air telah mencapai 4-5%. Seduh 2-3 g teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan. Untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela. Di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Kerap bisap-sebutan rosela di Senegal-disuguhkan sebagai minuman tradisional saat natal. Caranya, kelopak rosela dicampur irisan jahe dan gula lalu ditaruh pada teko tembikar. Setelah itu dididihkan dan diamkan semalam. Disajikan dengan menambahkan es dan rum, 'Jus' itu berasa, beraroma, dan berwarna mirip minuman anggur. Sedangkan di Mesir, Afrika Barat, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, Afrika Timur, karkadeh-sebutan rosela di Sudan-menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. SeratPenduduk Meksiko percaya rosela berkhasiat menurunkan bobot tubuh. Penelitiannya dilakukan Francisco J Alarcon-Aguilar dari Universidad Autónoma Metropolitana Iztapalapa, Meksiko. Sebanyak 120 mg ekstrak rosela yang mengandung 33,64 mg total antosianin diberikan selama 60 hari terhadap tikus gemuk berbobot 45 gram; normalnya 20 gram. Hasilnya, konsumsi rosela terbukti menurunkan bobot tubuh pada tikus berbobot lebih dan meningkatkan asupan cairan ion ke tubuh. Penurunan lainnya terlihat pada trigliserida dan kolesterol jahat. Penelitian efek kerabat bunga sepatu itu terhadap kegemukan juga dilakukan oleh Sáyago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition, Universidad Complutense de Madrid, Spanyol. Menurut Sayago quimbombo chino-sebutan rosela di Spanyol-mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak. Khasiat rosela memang beragam. Namun, hati-hati sebab tak semua orang bisa mengkonsumsinya. 'Keasamannya mencapai 3,14, untuk pengidap mag kemungkinan berefek merugikan,' kata Didah. (Vina Fitriani). |
Karena Merah Berarti Khasiat
RAMUAN UTK MENINGKATKAN IMUNITAS
Uluran Kesembuhan Teh Herbal
Uluran Kesembuhan Teh Herbal
Tangan mungil itu menjumput 3 g butiran teh hitam kering. Ia memasukkannya ke dalam teko dan mendidihkan di atas lidah api. Teh panas itu ia minum sebelum berangkat ke kantor. Itulah ritual Suprihatin setiap pagi dalam 2 tahun terakhir. Ia merasakan manfaatnya, kelenjar tiroid berlebih dan kista rahim hilang tanpa operasi.
Usai melahirkan anak ke-2, Suprihatin bermaksud untuk mengatur jarak kelahiran. Ia mendatangi klinik dan diinjeksi cairan antikesuburan. Sepekan berselang tubuh perempuan kelahiran 5 Mei 1975 itu lunglai dan nyeri. Suprihatin bergegas ke dokter untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan itu. Ahli medis mendiagnosis ia kecapaian. Namun, anehnya gangguan seperti itu kerap datang. Ia kaget ketika mengetahui bobot tubuhnya merosot 18 kg dalam 5 bulan.
Oleh karena itu ia kembali ke dokter. Pemeriksaan lanjutan itu mengungkap nilai thyroid secretor hormone (TSH) Suprihatin pada angka 0. Sedangkan tiroksin T3 dan T4 di atas ambang normal, masing-masing 3,7 mg/ml dan 17,93 ug/dl. Padahal, nilai tiroksin T3 dan T4 normal 0,51- 1,65 mg/dl dan 4,4-12,0 ug/dl. Itu menandakan ia mengidap hipertiroid.
Selama 3 bulan perempuan 32 tahun itu mengkonsumsi obat resep dokter, neometrasol, obat kimia untuk pengidap hipertiroid. TSH, penanda aktivitas kelenjar tiroid tak juga menanjak. Itu sebabnya Suprihatin kerap pingsan, cepat lelah, suhu badan tak stabil, dan sering buang air kecil. 'Degup jantung saya lebih kuat dan cepat,' kata perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu.
KomplikasiSelama setahun, Suprihatin hidup bersama penyakit akibat kelebihan hormon kelenjar tiroid itu. Padahal, semula dokter yakin penyakitnya bakal lenyap dalam 6 bulan. Oleh karena itu ia melanjutkan konsumsi obat kimia untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dua bulan berselang, suhu tubuhnya justru meningkat dan nyeri terus mendera. Hari-harinya dihabiskan di pembaringan lantaran tubuh lunglai. Lantaran bosan dan tak kunjung sembuh, Suprihatin mencoba teh hitam yang disodorkan kerabatnya, Sunoko. Dengan dorongan ingin sembuh, ia menyeruput segelas teh hitam panas pada pagi dan sore.
Setelah satu bulan mengkonsumsi, Suprihatin merasakan perubahan. Tubuhnya terasa segar tanpa sesak dada yang kerap muncul. Kabar gembira itu juga ditunjang hasil pemeriksaan laboratorium yang membuktikan dirinya terbebas penyakit hipertiroid.
Ampuhnya teh hitam mengatasi penyakit telah ditemukan sejak ribuan tahun silam. Masyarakat Taiwan, Cina, dan Jepang banyak merasakannya. Teh hitam kaya antioksidan untuk membantu menyembuhkan kanker dan gangguan pada organ hati.
'Teh mampu membantu melenyapkan berbagai penyakit lantaran kandungannya yang lengkap,' kata dr Wiliam Adi Teja, doktrer sekaligus herbalis di Jakarta. Kandungannya antara lain polifenol, flavonoid, dan katekin. Polifenol berfungsi menetralisir radikal bebas, sehingga mampu mencegah serangan jantung dan kanker. Flavonoid bersifat sebagai senyawa alamiah antiradang, antibiotik, dan antioksidan. Sedangkan katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, C, dan betakaroten.
PegaganTeh herbal sebutan untuk dedaunan atau bagian tanaman obat lain yang dikeringkan. Untuk meminumnya, konsumen tinggal menyeduhnya, persis daun teh Camelia sinensis. Di pasaran kini tersedia beragam bahan seperti pegagan. Khasiat daun Centella asiatica itu dirasakan Subiakto yang mengidap lever. Nilai SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) 119 U/L dan SPGT (serum glutamic pyruvic transaminase) 232,6 U/L. Kadar normal SGOT hanya 0-37 U/L dan SPGT 0-41 U/L.
Keduanya merupakan parameter fungsi hati. Jika lebih tinggi daripada kisaran itu berarti sel hati rusak berat, seperti dialami Subiakto. Selama sepekan pria kelahiran Jakarta itu terbaring di rumah sakit. Ia mengkonsumsi 2 jenis obat, HP Pro dan Imprek. Kaplet sintesis kimia itu meningkatkan perlindungan agar kerusakan hati tidak bertambah luas. Untuk mempercepat kesembuhan Subiakto rutin memeriksakan diri ke dokter. Namun, hingga 7 bulan mengkonsumsi obat-obatan itu kesembuhan belum juga diraih.
Oleh karena itu pria kelahiran 10 Mei 1975 itu menuruti saran temannya untuk mengkonsumsi daun pegagan. Pada September 2004, setelah 7 bulan mengidap lever, mulailah ia minum seduhan 20 gram daun kaki kuda-sebutan daun pegagan-kering. Dosisnya segelas dengan frekuensi 3 kali sehari. Setelah 5 hari mengkonsumsi ramuan itu, wajahnya yang semula pucat terlihat lebih segar. Sebulan kemudian, ia memeriksakan kesehatan di sebuah laboratorium. Hasilnya menunjukkan seluruh parameter penyakit lever telah normal sehingga Subiakto sembuh.
Pegagan kaya antioksidan, membantu menyembuhkan gangguan hati. Kandungan asam asetat, betakaroten, betakariofilen, betaelemena, betafarsenen, betasisterol, brahminosida, dan segudang senyawa lain efektif menggempur penyakit hati termasuk hepatitis. Selain itu pegagan bisa mengatasi gangguan campak, demam, sakit tenggorokan, dan radang mata merah. Itu karena kandungan antiradang dan antiinfeksinya tinggi. 'Minum teh pegagan pun jadi makin menyenangkan. Selain nikmat juga menyehatkan,' kata Subiakto.
Khasiat terbuktiSudah lama memang anggota famili Umbelliferae itu berkhasiat sebagai antioksidan, obat kulit, memperbaiki gangguan saraf dan peredaran darah. Menurut Yasir Hassan Siddique periset Aligar Muslim University, pemberian 50 mg/ kg/hari ekstrak pegagan selama 14 hari, meningkatkan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, glutathione peroxidase (GSHPx), dan antioksidan glutathione (GSH).
Uji praklinis juga membuktikan ekstrak pegagan berperan sebagai antigenotoksik terhadap limfosit manusia. Pun meningkatkan aktivitas asetilkoline esterase dalam hipokampus sehingga meningkatkan performa fungsi otak pada tikus muda.
Mahanom Hussin peneliti dari Fakultas Ilmu Pangan dan Bioteknologi Universitas Putra Malaysia, membuktikan ekstrak pegagan menurunkan stres oksidatif. Kadar malonaldehid pada tikus yang diberi ekstrak pegagan amat rendah sehingga mengindikasikan penurunan lipid peroksida.
'Pada usia lanjut, metabolisme lemak cenderung menurun akibat penurunan aktivitas enzim. Itu membuat kadar lipid peroksida dalam darah meningkat,' kata dr Mohamad Soleh MKes yang berpraktek di Bogor. Peningkatan lipid peroksida darah mengakibatkan stres oksidatif. Itu berarti the gotu kola-namanya di India-berkhasiat menjaga stamina tubuh.
Selain pegagan, perdu lain yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati adalah songgolangit. Khasiat ghamra-sebutannya di India-dibuktikan melalui serangkaian riset oleh Vilwanathan Ravikumar. Peneliti Universitas Madras India itu menggunakan liver tikus wistar jantan albino. Satwa pengerat itu diinduksi dengan lipopolisakarida, zat pemicu hepatitis. Sepuluh hari kemudian, tikus-tikus itu diberi ekstrak songgolangit Tridax procumbens. Dosisnya 300 mg/kg bobot tubuh.
Hasilnya, aktivitas enzim penanda hepatitis-aspartat transaminase, alanin transaminase, alkalin fosfat, laktat dehidrogenase, dan gamma glutamyl transferase-yang sempat meningkat, kembali normal. Gulma itu mengandung prokumbetine. Senyawa jenis flavonoid itu merupakan antioksidan penangkal radikal bebas. 'Antioksidan mampu mencegah kolesterol melekat pada pembuluh darah,' kata Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, guru besar Ilmu Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Itu berarti songgolangit dapat menghalau penyakt jantung.
Bunga roselaTeh herbal lain yang banyak dikonsumsi adalah rosela. Popularitas herbal itu meningkat dalam setahun terakhir. Boleh jadi karena Hibiscus sabdariffa itu multikhasiat. Anggota famili Malvaceae itu berperan sebagai antioksidan, antimutagenik, antikanker, hipolipidemik, dan hepatoprotektor. Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, menemukan kadar antioksidan mencapai 1,7 mmmol/prolox. Antioksidan berfungsi menghilangkan sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel. Selain itu, 'Rosela memiliki efek antikanker,' ujar Didah.
Penyakit lain seperti hipertensi dan kolesterol pun mampu diredamnya. Itu bukan isapan jempol, tetapi dibuktikan melalui uji sahih. Tercatat 42 pasien yang rutin mengkonsumsi ekstrak rosela dalam kapsul 500 mg, tokcer menurunkan kadar kolesterol. Mereka berusia 18-75 tahun semula berkadar kolesterol 175-327 mg/dl. Sebulan menyeruput seduhan rosela kolesterol dalam darah kembali normal.
Hasil itu ditunjang uji klinis oleh sekolah keperawatan Chung Shan Medical University. Kesimpulannya konsumsi 1 g ekstrak kapsul bunga rosela setiap hari selama sebulan, efektif menurunkan kolesterol hingga 12%.
Hasil uji nutrisi menunjukkan kapsul ekstrak rosela itu mengandung 20,1 mg anthosianin, 10 mg flavonoid, dan 14 mg polifenol.
Kerabat bunga sepatu yang berkembang di Afrika itu juga tokcer mengatasi hipertensi. Itu dibuktikan oleh F B O Mojiminiyi periset Departemen Fisiologi, Usman Danfodio University, Sokoto, Nigeria. Ia memanfaatkan 72 tikus wistar jantan berbobot 200-216 g yang terbagi dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok tikus diinduksi zat pemicu hipertensi dan tambahan 8% garam dalam pakan, serta 50 mg nitrit oksida sintesis per kg bobot tubuh. Pemberian pemicu hipertensi itu selama 5 pekan.
Setelah itu satwa percobaan diberi ekstrak cair rosela dengan dosis 1 mg, 5 mg, 25 mg, dan 125 mg per kg bobot tubuh. Hasilnya, tekanan darah tikus yang diberi ekstrak rosela dosis 125 mg/kg turun hingga 2,5 kali dibanding kelompok kontrol. Mekanisme efek antihipertensi kelopak bunga rosela ditelusuri dengan mengisolasi cincin aorta pada tikus yang menderita hipertensi spontan. Ekstrak rosela ternyata memperbaiki respon vasodilator cincin aorta. Vasodilator adalah fungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar peredaran darah.
BeragamRamuan teh herbal lain, ekstrak daun dewa Gynura segetum, sangat cocok untuk penderita tuberkulosis. Sebab, daun dewa bersifat antimikroba yang sanggup menggempur kuman penyebab gangguan paru-paru. Ia istimewa lantaran rasanya manis dengan sensasi dingin menyentuh lidah.
Jadi, jika letih karena stamina menurun, jangan sungkan-sungkan menyeduh teh herbal. Teh pegagan, rosela, atau teh daun dewa beberapa pilihan. Hanya saja tanaman mesti memenuhi persyaratan khusus sebelum diracik. Daun atau buah mesti segar, berwarna hijau tua, berukuran maksimal, dan tidak cacat karena terserang hama dan penyakit. (Andretha Helmina & Vina Fitriani)
Senin, 29 Oktober 2007 16:03:16 trubus.comTersedia dalam kemasan:
Kantong plastik 50gr = Rp. 15.000,-
Kantong plastik 1kg = Rp. 150.000,-
TEH ROSELLA atau TEH MERAH dikenal dengan nama beragam : Teh Rosella, Hibiscus
tea, Teh Mekkah, Teh Yaman. Disebut juga Karkade (Arab), Kezeru (Jepang),
Merambos Hijau (Jateng), Asam kesur (Meranjat), Kesew Jawe (Pagar Alam), Asam
Jarot (Sp. Padang), Asam Rejang (Muara Enim) dan Hisbiscus Sabdariffa L. (Latin)
Tiap 100 gr mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. Kandungan
vitamin C 3 kali lipat anggur hitam, 9 kali lipat jeruk sitrus, 10 kali lipat
lebih besar dari buah belimbing dan 2,5 kali lipat dibanding vitamin C dalam
jambu biji (kelutuk). Selain itu Teh Rosella mengandung KALSIUM tinggi ( 486 mg
/ 100 gr) , Magnesium serta Omega 3. Teh Rosella juga diperkaya Vitamin A, Iron,
Potasium, Beta Caroteen & Asam Esensial
Manfaat dari Teh Rosella ini antara lain :
* Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
* Menormalkan kadar GULA DARAH , ASAM URAT dan KOLESTEROL dalam tubuh.
* Baik untuk PEROKOK karena dapat mengurangi dampak negatif dari Nikotin
serta dapat membasmi virus TBC dan mengurangi ketergantungan terhadap NARKOBA
seta mencegah KANKER.
* Mengatasi BATUK, Sakit Tenggorokan, Mengobati Sariawan.
* Mengawetkan kehalusan kulit dan Mengurangi Keriput.
* Dapat menurunkan berat badan, cocok untuk program diet.
* Melindungi dari infeksi kuman, anti bakteri , anti virus serta dapat
mengobati keracunan.
* Bagi Anak-anak bermanfaat mempercepat pertumbuhan OTAK, karena mengandung
OMEGA-3 dan memacu pertumbuhan DHA.
* Memperbaiki metabolisme tubuh, memperlambat menopouse dan tulang keropos /
pengapuran tulang.
|
|
Sumber: Majalah Nirmala |
|
|
Sumber: Senior |